Showing posts with label nasehat dan motivasi. Show all posts
Showing posts with label nasehat dan motivasi. Show all posts

Cerpen Rusa dan Singa


● KECEPATAN lari RUSA mencapai 90 km/jam.
● kecepatan lari SINGA ๐Ÿ…๐Ÿ…cuma 58 km/jam.

Kecepatan lari ke 2 binatang 
ini berbeda jauh sekali. Anehnya seringkali 
Singa begitu gampang memburu rusa & memangsanya.

๐Ÿ… Kok Bisa? Ketika mengetahui seekor Singa mengintai & memburunya, seekor Rusa berlari secepat angin untuk menyelamatkan dirinya.

Namun dalam waktu yang bersamaan rusa yakin betul bahwa singa akan memangsanya.

-Rusa merasa bahwa dirinya lemah dibandingkan dengan singa.๐Ÿ…
- Rusa berpikir mustahil dirinya bisa lolos dari sergapan singa.๐Ÿ…
- ketakutan rusa pada singa & yakni dirinya tidak akan lolos dari terkaman singa.

Ini yang membuat rusa senantiasa
melihat ke BELAKANG saat berlari, untuk memantau seberapa jauh jarak singa yang ada belakangnya.

Pantauan mematikan ini justru berpengaruh secara negatif terhadap kecepatan rusa.
Pantauan2 inilah yang membuat lari rusa semakin lambat & membuat singa semakin mendekatinya.

๐Ÿ…Dan selanjutnya singa menyergap dan memangsanya, lalu melahapnya.

Andai saja rusa tidak sering2 melihat ke belakang, 
niscaya kecepatannya akan stabil dan sudah pasti singa tidak dapat memangsanya.

๐Ÿ… Kalau saja rusa mengerti betul titik KEKUATAN nya ada pada KECEPATAN nya, niscaya dia akan selamat dari cengkraman singa.

RENUNGAN:
Banyak sekali waktu yang sudah kita buang untuk melihat kebelakang.

๐Ÿ…Sehingga kita pun akhirnya dimangsa oleh kegagalan2 masa lalu.

Seringkali ketakutan2 kita pada kegagalan membuat kita jatuh ke dalamnya.

๐Ÿ…Seringkali kegagalan masa lalu membuat kita tidak percaya diri bahwa kita mampu menggapai sukses & mampu mewujudkan cita2 kita.

Dan akhirnya ketakutan itu benar2 membunuh kita.

๐Ÿ…Lupakan apa yang ada dibelakang kita, 
mari menatap ke DEPAN ada begitu banyak 
kesempatan & peluang untuk meraih kesuksesan....

MENGINGAT SEJARAH HUMAN ZOO DI EROPA

MENGINGAT SEJARAH HUMAN ZOO DI EROPA

KOPI IRENG- Beruntung kita hidup di zaman sekarang, saat di mana sesama manusia sudah saling memandang sederajat, tanpa merendahkan orang lain hanya karena mereka berbeda.

Tahukah shobat kopi ireng apa yang terjadi pada zaman sebelum kita? Rupanya manusia saling membedakan satu sama lain dalam menilai saudaranya sendiri. Sebut saja pada tahun 1958, orang-orang kulit putih di Eropa menganggap mereka adalah manusia sejati, sedangkan ras kulit hitam dari Afrika dipandangnya sebagai peralihan evolusi antara kera dan manusia.

Maka tidak heran, di negara Belgia pernah ada semacam kebun binatang tetapi berisi manusia berkulit hitam (human zoo). Fenomena ini merupakan salah satu catatan paling menyedihkan dalam sejarah umat manusia.

Untuk membayangkannya saja kita tidak sanggup, bagaimana bisa seorang manusia saling memandang rendah kepada sesamanya, bahkan sampai mengkotak-kotakkan mereka dalam sebuah kandang manusia.

Syukurlah hari ini tidak ada lagi hal demikian di negara manapun. Kecuali, bisa jadi adanya di dalam pikiran kita sendiri. Nau'zubillah, jangan-jangan kita sering melihat orang lain dengan pandangan merendahkan.

Jangan-jangan kita sering mengkotak-kotakkan orang lain dalam sebuah "kandang manusia". Kalau sudah begini, sama saja kita sedang membangun sebuah human zoo dalam pikiran kita.

Coba diingat-ingat, betapa mudahnya kita menilai orang lain sebagai si pelit, si pemarah, si pembohong, si bodoh, si sombong, dan aneka macam pandangan merendahkan lainnya, seolah-olah kita ini manusia yang derajatnya lebih tinggi dibanding saudara kita yang lain.

Ya Rabb. Apa yang telah kita lakukan ini? Apa kita sedang menyiapkan salah satu catatan paling menyedihkan dalam sejarah hidup kita sendiri?

Oleh karena itu shobat kopi ireng, mari kita berikrar kembali untuk memuliakan dan membahagiakan orang lain siapapun mereka. Siapkan diri kita untuk selalu berbaik sangka (khusnuzon) dan berpikir positif kepada sesama manusia. 

Demikianlah hidup, semoga kita dapat mengambil hikmah dari kutipan sejarah ini dan semoga bermanfaat.

Sekian dulu suguhan kopi ireng dan salam sruput kopi ireng.
Wassalam... 

INGATLAH !!! Kita ini Lemah dan akan kembali Lemah

KOPI IRENG- Satu hal yang banyak menyebabkan kita gagal dalam kehidupan ini, saat keangkuhan menguasai diri tanpa disadari.

Sifat merasa mampu mengerjakan segalanya, perasaan hebat karena sudah sangat menguasai bidang yang kita jalani, maupun kejumawaan ketika kita menganggap semua sudah terkendali bahkan sampai hal terkecil sekalipun.

Sehingga hal terpenting justru terlupakan, yaitu memohon pertolongan kepada Allah. Seolah-olah berdoa hanya tugas orang-orang terhimpit dan kewajiban bagi kaum tak berdaya.

Kalau begitu bagaimana kalau kita mengingat kembali darimana kita berasal. Yaitu dari sebuah tubuh kecil nan lemah yang terkurung dalam ruang sempit bernama rahim.

Kemajuan ilmu pengetahuan sungguh membuat kita tak bisa berkata apa-apa lagi. Teknologi MRI (Magnetic Resonance Imaging) terbaru yang digunakan memindai seorang ibu dengan kandungannya berusia 20 minggu ini benar-benar memperlihatkan masa kecil kita yang sesungguhnya.

Masa di mana tanpa pertolongan Allah, kita tak mungkin bisa selamat. Perhatikanlah tubuh lemah kita yang bahkan tidak bisa meregangkan kaki dengan posisi kepala tegak. Tidak terbayang betapa pengapnya rahim yang kita tinggali waktu itu.

Jangan pernah melupakan bahwa saat itu kita demikian lemah, bahkan sampai hari ini pun kita masih selemah dulu. Hidup ini berjalan tahun demi tahun semata karena pertolongan Allah. Sehingga pada waktunya habis nanti, kita kembali ke dalam tempat sempit.

Kali ini bukan bernama rahim, melainkan kubur. Dengan situasi tidak jauh berbeda, di mana tanpa pertolongan Allah, kita tak mungkin bisa selamat. Tubuh lemah kita sudah tidak bisa lagi melakukan gerakan apapun terikat balutan kain putih. Tidak terbayang betapa pengapnya kubur yang kita tinggali waktu itu.

Jika dulu dalam rahim kita tak bisa selamat tanpa pertolongan Allah, begitu pula kelak dalam kubur kita tak berdaya tanpa pertolongan Allah, lalu apa di dunia ini kita sanggup memisahkan diri dari pertolongan Allah?

Salam Hijrah semoga bermanfaat dan salam sruput kopiireng.

KARENA BERUBAH BUTUH TEMAN

KARENA BERUBAH BUTUH TEMAN

KOPI IRENG- Dua orang sahabat tinggal berjauhan, terpisah benua dan samudera. Salah seorang dari mereka mengirim email kepada sahabatnya itu,

"Brother, bagaimana kabarmu? 
Aku hanya ingin bertanya mengapa bibit pohon darimu selalu gagal tumbuh setiap kali aku menanamnya?"

Tidak membutuhkan waktu lama, email itu segera mendapat balasan,

"Kabar baik saudaraku! 
Udara dingin di sini seperti biasanya! Aku juga merasa heran, sebab bibit yang sama selalu tumbuh subur di desaku. Cobalah kau gunakan pupuk yang aku kirimkan padamu."

Sang sahabat kembali menanggapi dalam waktu cepat,

"Brother, aku sudah gunakan pupuk itu, tentu saja. Begitu pula saran-saranmu tentang teknik menanam bibit. Tetapi semua tampak sia-sia. Ah, bukankah kau punya seorang paman ahli tanaman? Cobalah tanyakan masalahku ini padanya!"

Kali ini, beberapa hari tidak ada email masuk dari sahabatnya itu. Mungkin karena ia memang sedang mencari waktu yang tepat untuk menemui pamannya. 

Begitu jawaban telah diperoleh, bergegas ia melayangkan email kembali,

"Akhirnya aku tahu apa yang sebenarnya terjadi saudaraku! Saat aku ceritakan semua kepada paman, ia justru tertawa lebar, dan menyelesaikan teka-teki ini dengan satu kalimat saja, katanya pohon teh mana mungkin tumbuh di padang pasir!"

Begitulah salah satu nostalgia antara dua sahabat. Yang satu tinggal di negeri arab, dan satu lagi berasal dari keluarga petani teh di puncak pegunungan.

Intinya, mahluk hidup itu beradaptasi dengan lingkungan. Ia hidup dipengaruhi dengan apa yang ada di sekelilingnya. Pohon teh membutuhkan hawa dingin. Pohon kaktus tetap nyaman di padang tandus.

Manusia? Tidak ada bedanya. 
Kita tumbuh dipengaruhi oleh siapa teman kita, seperti apa lingkungan sosial yang kita tekuni, dan apa bacaan yang sering kita baca.

Jadi tidak usah mencoba-coba menantang lingkungan yang tidak mendukung kita untuk berubah. Akan jauh lebih ringan jika kita yang memilih sendiri. 

Tips
  1. Sering-sering menjalin silaturahmi dengan orang-orang soleh. 
  2. Pilah dan pilih media sosial yang positif. 
  3. Bacalah buku-buku yang menemani kita memperbaiki diri. 

Karena berubah butuh teman.

Semoga bermanfaat.
Salam sruput kopi ireng...

CERPEN- SEBUAH NASIHAT MEMPESONA DARI SEORANG KAKEK BIJAKSANA

CERPEN- SEBUAH NASIHAT MEMPESONA DARI SEORANG KAKEK BIJAKSANA

KOPI IRENG- Hari yang cerah. Seorang kakek sedang duduk bersama cucu kesayangannya. Hari ini ia akan memberi nasihat yang paling berharga sebagai bekal mengarungi kehidupan.

"Setiap hari kita selalu dihadapkan dengan sebuah gambar seperti ini dalam hidup kita." Sang kakek mengambil sebuah kertas putih, digambarlah dua bentuk seperti sebuah tetesan air.
160

"Tampak tidak ada artinya gambar ini Kek?"

"Iya, karena kita belum mewarnainya Nak! Kehidupan hanya memberi gambar yang netral, kitalah yang diberi kebebasan untuk memilih warna yang akan kita berikan untuk gambar ini!"

Sebuah crayon merah mulai digoreskan dengan cekatan oleh si kakek, perlahan-lahan mulai terlihat membentuk sesuatu,

"Sekarang sudah terlihat seperti gambar percikan api, Kek!"

"Betul sekali Nak, jika kau memilih warna merah, ia akan menjadi sepercik api yang panas dan membakar! Sekarang Kakek akan tunjukkan padamu pilihan kedua."

Kali ini ia mengambil crayon biru, kemudian diwarnai dengan hati-hati bidang gambar yang satu lagi, 

"Wah kali ini menjadi setetes air, Kek!"

"Tepat seperti yang kau lihat Nak! Saat kau memilih warna biru, ia akan menjadi setetes air yang segar dan menyejukkan!"

Sang cucu memperhatikan kedua gambar tersebut dengan ekspresi yang serius. Kedua orang itu terdiam. Dinding ikut membisu. Suasana dibiarkan hening oleh si kakek, sampai akhirnya ia mengajukan sebuah pertanyaan,

"Kau tahu apa artinya Nak?"

"Aku belum faham apa maksud semua ini Kakek?"

"Beginilah hidup Nak. Sehari-hari kita selalu berhadapan dengan sebuah situasi. Ketahuilah bahwa kejadian apapun di depanmu itu adalah gambar putih yang bersih dan netral, sampai kau memutuskan untuk memberinya warna. Apakah kau akan membuatnya merah sehingga membakar dirimu sendiri? Atau membuatnya biru sehingga hatimu terjaga tetap sejuk?"

"Apakah ada orang lain yang bisa mempengaruhi warna yang kita pilih Kek?"

"Tidak ada Nak, seratus persen engkau sendiri yang berperan mengambil keputusannya."

Sekian, Semoga bermanfaat.๐Ÿ˜ƒ
Salam hangat kopi ireng.
Wassalam.